Skip to main content
 
Ditya Musik Course
 
 
Metode Pelajaran:

https://www.facebook.com/DityaMusicCourse/?eid=ARAQhmLnwJRxfeOS1GvnL4YRHqgmUKiASpEEEp5MppEvIYj6WI1B1i8dBlLPv8S8ZTB9SsbwZIDerhBu&timeline_context_item_type=intro_card_work&timeline_context_item_source=100000857416520&fref=tagDalam proses belajar setiap siswa mendapatkan materi dan dipraktekkan pada keyboard yang sudah disiapkan untuk masing-masing siswa. Kunci keberhasilan dari kursus ini adalah sedapat mungkin meluangkan waktu untuk latihan pribadi baik di rumah/gereja maupun di tempat kursus (di luar jam kursus) paling kurang 20 menit sehari. Dalam ketekunan itu siswa akan terbiasa dengan papan tuts dan akan mempermudah/ mempercepat siswa dalam memahami musik. Proses latihan rutin ini akan menjadi suatu pembiasaan bagi siswa baik dalam penjarian maupun dalam melatih perasaan terhadap musik. Guru kursus berfungsi sebagai instruktur yang mendampingi dan mengarahkan.
Ditya Music Course memberikan materi latihan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Maka dari itu pelajaran musik dibagi dalam tiga tahapan: 
-          Tingkat Dasar
-          Tingkat Menengah
-          Tingkat Mahir
 
 
Syarat dan Ketentuan Ditya Music Course :

1.     Kursus dibuka setiap  hari Senin-Sabtu pukul 15.00 – 18.00.
2.     Hari libur umum/nasional tutup.
3.     Jadwal kursus sewaktu-waktu dapat berubah apabila ada perjanjian antara guru dan siswa.
4.     Apabila siswa berhalangan hadir harus memberitahukan paling lambat 1 hari sebelum hari
      kursus dan hanya diberikan waktu penggantian jam sesuai jadwal kosong.
5.     Kursus diberikan 8 kali dalam satu bulan (2x pertemuan / minggu).
6.     Bagi siswa baru uang pendaftaran dan kursus harus dilunasi saat pendaftaran.
7.     Uang kursus dibayar setiap 8 kali pertemuan.
8.     Uang pendaftaran dan kursus tidak dapat dikembalikan.
9.     Bagi siswa dalam 3 bulan berturut-turut tidak masuk maka siswa tersebut dianggap 
      mengundurkan diri dan harus daftar kembali sebagai siswa baru jika masuk kembali.1
10. Siswa wajib mematuhi peraturan yang ditentukan secara tertulis maupun secara lisan.
11. Apabila siswa akan berhenti/cuti untuk sementara wajib memberitahukan 2 minggu
      sebelumnya. 
 
Contac Person:WA : 085241407508
Email : Editditya@gmail.com
FB : @DityaMusicCourse

Comments

Popular posts from this blog

Falsetto Smakam Choir (FSC)

Kini telah hadir paduan suara muda beranggotakan anak-anak remaja dari SMA Katolik Makale dengan jumlah anggota 25 orang (1 conduktor, 9 sopran, 5 alto, 4 tenor dan 5 bas). Paduan suara ini memakai nama "Falsetto Smakam Choir" (FSC). Secara etimologis kata "falsetto" sendiri merupakan nama dari teknik vokal yang berada di area head voice tetapi dibunyikan dengan cara halus dan lembut. Karena teknik bernyanyi  falsetto merupakan teknik andalan kelompok muda ini akhirnya dipakailah dia untuk menamakan paduan suara yang bersarang di SMA Katolik Makale. Berdirinya FSC tidak lepas dari beberapa faktor: pertama, pemikiran dari kepala sekolah (Ignasius Pabendon, Pr) untuk melaksanakan pendidikan berkarakter bagi siswa/i dengan cara melayani misa umat setiap minggu ke-empat di Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale. Kedua, adanya kegiatan lomba cipta lagu Mars Anti Narkoba yang diselenggarakan oleh BNN yang kemudian telah mengumpulkan beberapa siswa/...

Ternyata mebaca notasi angka itu mudah

Sebenarnya notasi angka diciptakan khusus untuk bina vokal karena lebih mudah dipahami dari pada notasi balok yang sangat sulit dipahami oleh kebanyakan orang. Untuk notasi balok perlu latihan khusus agar bisa memahami bunyi yang dilambangkan oleh masing-masing not. Maka dari itu, kebanyakan dari buku nyanyia umat Kristiani (Katolik, Protestan, Pantekosta, dsb.) dalam buku nyanyian yang digunakan semuanya memakai notasi angka. Contoh buku nyanyian umat Katolik yang memakai notasi angka: mis. Puji Syukur, Madah Bakti, Sulo Lalan, Singgi'na Mali', Madah Kasih, Jubilate, Exultet, Kidung Syukur, dsb. (Edith Marcellus Ringan)

A. Angka-Angka dalam Notasi Angka

Notasi musik ini menggunakan angka-angka untuk menunjukkan tinggi atau rendah dari bunyi suatu nada yang disimbolkan. Berawal dari angka 1 hingga angka 7 yang menunjujukkan simbol dari nada rendah ke nada tinggi. Jadi, angka-angka yang digunakan adalah:   1,  2,  3,  4,  5,  6, dan 7.