Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2010

B. Nama dari masing-masing angka:

Untuk masing-masing angka ini diberi nama misalnya 1 ( do ) , 2 ( re ), 3 ( mi ), dst. Jadi, dalam penyebutan notasi ini tidak disebutkan lagi nama angkanya, tetapi nama yang telah ditentukan dalam musik, karena lebih memudahkan kita untuk mengucapkan kata yang hanya terdiri dari satu kosa kata saja. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan di bawah ini: Symbol Nada (Angka)  1  -  2   -  3  -  4  -  5   -  6  -  7 Nama Nada do    re    mi    fa    sol    la     si Bagi yang masih pemula dalam belajar membaca notasi angka, perlu menghafal nama dari masing angka-angka tersebut.

A. Angka-Angka dalam Notasi Angka

Notasi musik ini menggunakan angka-angka untuk menunjukkan tinggi atau rendah dari bunyi suatu nada yang disimbolkan. Berawal dari angka 1 hingga angka 7 yang menunjujukkan simbol dari nada rendah ke nada tinggi. Jadi, angka-angka yang digunakan adalah:   1,  2,  3,  4,  5,  6, dan 7.

Mudahnya Membaca Not Angka

PENGANTAR Banyak orang mencap dirinya tidak berbakat dalam bidang seni musik. Sehingga, rasa malas muncul saat ada pelajaran musik di sekolah, gereja dsb. Melihat not-not yang terterah pada teks lagu membuatnya menyerah dan merasa minder karena tidak paham dengan simbol-simbol tersebut. Tetapi dilihat dari kehidupan sehari-harinya ia tidak pernah lepas dari musik. Setiap bangun pagi, diawali dengan bunyi radio FM, menyanyikan lagu-lagu cinta, bahkan sambil kerja misalnya mencuci piring biasanya sambil bernyanyi. Selain itu, hampir di setiap kamar mandi yang pernah saya amati orang mengiringi kegiatan mandinya dengan menyanyikan lagu yang ia sukai (biasanya sambil bersiul-siul). Dalam kegiatan kerohanian pun musik merupakan hal yang sangat diutamakan. Setiap jam 6 sore kita mendengarkan nyanyian atau suara azan magrib yang dikumandangkan dari Masjid. Setiap Minggu kita mendengarkan nyanyian dan kidung yang indah dinyanyikan oleh umat Kristiani d...

Ternyata mebaca notasi angka itu mudah

Sebenarnya notasi angka diciptakan khusus untuk bina vokal karena lebih mudah dipahami dari pada notasi balok yang sangat sulit dipahami oleh kebanyakan orang. Untuk notasi balok perlu latihan khusus agar bisa memahami bunyi yang dilambangkan oleh masing-masing not. Maka dari itu, kebanyakan dari buku nyanyia umat Kristiani (Katolik, Protestan, Pantekosta, dsb.) dalam buku nyanyian yang digunakan semuanya memakai notasi angka. Contoh buku nyanyian umat Katolik yang memakai notasi angka: mis. Puji Syukur, Madah Bakti, Sulo Lalan, Singgi'na Mali', Madah Kasih, Jubilate, Exultet, Kidung Syukur, dsb. (Edith Marcellus Ringan)