PENGANTAR
Banyak orang mencap dirinya tidak berbakat dalam bidang seni musik. Sehingga, rasa malas muncul saat ada pelajaran musik di sekolah, gereja dsb. Melihat not-not yang terterah pada teks lagu membuatnya menyerah dan merasa minder karena tidak paham dengan simbol-simbol tersebut.
Tetapi dilihat dari kehidupan sehari-harinya ia tidak pernah lepas dari musik. Setiap bangun pagi, diawali dengan bunyi radio FM, menyanyikan lagu-lagu cinta, bahkan sambil kerja misalnya mencuci piring biasanya sambil bernyanyi. Selain itu, hampir di setiap kamar mandi yang pernah saya amati orang mengiringi kegiatan mandinya dengan menyanyikan lagu yang ia sukai (biasanya sambil bersiul-siul).
Dalam kegiatan kerohanian pun musik merupakan hal yang sangat diutamakan. Setiap jam 6 sore kita mendengarkan nyanyian atau suara azan magrib yang dikumandangkan dari Masjid. Setiap Minggu kita mendengarkan nyanyian dan kidung yang indah dinyanyikan oleh umat Kristiani di Gereja-Gereja. Setiap ada pesta orang mati di Toraja pasti selalu ada suara orang Ma’ Badong.
Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mencintai musik. Kata “tidak berbakat pada bidang seni musik” merupakan halangan bagi mereka untuk mempelajari teori musik. Dan perlu kita ingat, setiap lagu yang kita nyanyikan semuanya memiliki notasi. Notasi merupakan simbol-simbol atau pedoman yang terterah pada teks lagu yang selama ini digunakan oleh para musisi atau artis sebagai pedoman dalam memainkan musiknya. Notasi itu pada umumnya ada dua yang sering digunakan dalam bermusik yaitu: notasi angka dan notasi balok.
Dalam artikel ini, yang akan dibahas adalah notasi angka dimana notasi angka ini lebih umum digunakan pada bidang vocal atau bernyanyi. Selain itu juga akan dibahas juga cara-cara mudah membaca notasi angka dengan beberapa teori yang praktis dan mudah dimengerti (jika kita dapat menekuninya dengan baik).
Jadi, selain menyanyikan lagu yang indah, mungkin ada baiknya juga mengetahui notasi atau not apa yang ada pada lagu tersebut.
Selamat berlatih!
Rantepao, 17 November 2010
Penulis
Comments
Post a Comment