Skip to main content

Falsetto Smakam Choir (FSC)


Kini telah hadir paduan suara muda beranggotakan anak-anak remaja dari SMA Katolik Makale dengan jumlah anggota 25 orang (1 conduktor, 9 sopran, 5 alto, 4 tenor dan 5 bas). Paduan suara ini memakai nama "Falsetto Smakam Choir" (FSC). Secara etimologis kata "falsetto" sendiri merupakan nama dari teknik vokal yang berada di area head voice tetapi dibunyikan dengan cara halus dan lembut. Karena teknik bernyanyi  falsetto merupakan teknik andalan kelompok muda ini akhirnya dipakailah dia untuk menamakan paduan suara yang bersarang di SMA Katolik Makale.

Berdirinya FSC tidak lepas dari beberapa faktor: pertama, pemikiran dari kepala sekolah (Ignasius Pabendon, Pr) untuk melaksanakan pendidikan berkarakter bagi siswa/i dengan cara melayani misa umat setiap minggu ke-empat di Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Makale. Kedua, adanya kegiatan lomba cipta lagu Mars Anti Narkoba yang diselenggarakan oleh BNN yang kemudian telah mengumpulkan beberapa siswa/i yang memiliki bakat bernyanyi. Ketiga, peran Paduan Suara Solideo yang didirikan oleh Ignasius Pabendon, Pr. (imam diosesan KAMS & Kepala Sekolah SMA Katolik Makale) juga menjadi tonggak terbentukanya FSC. Karena Paduan Suara Soli Deo merupakan paduan suara besar (beranggotakan seratus anak), akhirnya beberapa guru berinisiatif untuk membentuk paduan suara yang lebih kecil tetapi dengan kualitas tinggi. Berberapa dari anggota PS. Solideo yang dianggap sudah mumpuni kemudian mulai dipilih dan diaudisi untuk pembentukan paduan suara yang lebih kecil.

Falsetto Smakam Choir dibentuk bukan untuk 'gaya-gayaan", pamer suara, atau untuk menyaingi sekolah-sekolah lain. Tetapi melalui wadah ini, diharapkan karakter siswa semakin terbentuk. Memang yang diutamakan adalah kualitas vokal yang baik (dengan latihan rutin sehingga terbentuklah suara yang harmonis, sonoritas, dan lebih profesional dalam bernyanyi)  tetapi pendidikan dan pelayanan juga menjadi tanggung jawabnya. FSC sendiri sudah tampil di depan umat paroki Makale dengan tampilan yang sangat luar biasa. Begitu besar apresiasi dari umat untuk FSC pada tampilan perdana itu. Jika mau menyadari, Itu merupakan satu hasil dari sikap pelayanan FSC untuk umat.

Akhirnya, ada harapan setiap orang: Paduan Suara FSC (yang baru memulai sejarahnya) harus betul-betul dididik dengan profesional, sehingga ada rasa memiliki dengan sikap melayani.

Dominus Vobiscum...!!
 Angkatan I FSC (2014)
Tampilan perdana FSC di Paroki Makale

 VIDEO FASETTO SMAKAM CHOIR

Indonesia Jaya


MARS ANTI NARKOBA



A CLARE BENEDICTION (JOHN RUTTER)




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ternyata mebaca notasi angka itu mudah

Sebenarnya notasi angka diciptakan khusus untuk bina vokal karena lebih mudah dipahami dari pada notasi balok yang sangat sulit dipahami oleh kebanyakan orang. Untuk notasi balok perlu latihan khusus agar bisa memahami bunyi yang dilambangkan oleh masing-masing not. Maka dari itu, kebanyakan dari buku nyanyia umat Kristiani (Katolik, Protestan, Pantekosta, dsb.) dalam buku nyanyian yang digunakan semuanya memakai notasi angka. Contoh buku nyanyian umat Katolik yang memakai notasi angka: mis. Puji Syukur, Madah Bakti, Sulo Lalan, Singgi'na Mali', Madah Kasih, Jubilate, Exultet, Kidung Syukur, dsb. (Edith Marcellus Ringan)

A. Angka-Angka dalam Notasi Angka

Notasi musik ini menggunakan angka-angka untuk menunjukkan tinggi atau rendah dari bunyi suatu nada yang disimbolkan. Berawal dari angka 1 hingga angka 7 yang menunjujukkan simbol dari nada rendah ke nada tinggi. Jadi, angka-angka yang digunakan adalah:   1,  2,  3,  4,  5,  6, dan 7.